BIRO UMUM HUMAS & PROTOKOL

SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Home Berita BUDAYA YOGYAKARTA AKAN DIADOPSI BUPATI TRENGGALEK
Total kunjungan: 72

BUDAYA YOGYAKARTA AKAN DIADOPSI BUPATI TRENGGALEK

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima audiensi Bupati Trenggalek H. Mochamad Nur Arifin pada Kamis (25/07) pagi di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Kehadiran Bupati Trenggalek turut didampingi oleh PLT Asisten III Bidang Administrasi Umum Edy Supriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Trenggalek Agus Setiyono dan Kabag Protokol Kabupaten Trenggalek. Adapun Gubernur DIY turut didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs.Tavip Agus Rayanto.M.Si.

Selain bersilaturahmi, tujuan dari audiensi ini adalah penyampaian gagasan Bupati Trenggalek akan rencana pengimplementasian budaya Yogyakarta dalam kegiatan adat dan budaya di Kabupaten Trenggalek. Selain itu, diharapkan Gubernur DIY berkenan untuk menyaksikan secara langsung budaya Yogyakarta yang sudah berjalan dan berkembang di masyarakat Trenggalek.

Ditemui seusai kunjungan, Mochamad Nur Arifin mengutarakan bahwa Sultan menyampaikan keinginannya untuk mensinergikan program. "Bagaimana arsitektur yang ada di Jogja ini diakomodir di Trenggalek dengan tetap mengangkat unsur sejarah asal mula Keraton Yogyakarta," ujarnya. Adapun perihal unsur sejarah ini lebih dulu juga akan diteliti oleh profesor yang memiliki keahlian di bidang tersebut.

Arifin menambahkan, “Pemerintah sudah membangun infrastruktur yang menghabiskan dana banyak, mulai dari poros Jogja, Trenggalek hingga ke Malang. Sangat disayangkan jika infrastruktur yang dibangun tersebut tidak dimanfaatkan dan tidak ada pendekatan ekonomi khususnya pariwisata dan budaya," uajrnya. Maka dari itu, Sultan kemudian memberikan akses penuh kepada Kabupaten Trenggalek untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

Pengaplikasikan nilai kebudayaan Yogyakarta itu sendiri akan dilakukan pada peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Trenggalek. Seperti misalnya pakaian khas Yogyakarta yang berupa surjan atau lurik, akan dikenakan oleh lurah, camat, dan bupati saat peringatan HUT Trenggalek.

Di sisi lain, belajar dari Yogyakarta, pengembangan sektor UMKM dan pariwisata juga terus dilakukan. "Kabupaten Trenggalek memiliki industri kayu dan bambbu, bisa turut memproduksi minyak atsiri," ujarnya. Dalam bidang pariwisata, Kabupaten Trenggalek juga akan mengusung konsep Nomadik Tourism. Adapun rencana ini masih akan dibahas dalam pertemuan lanjut dengan Gubernur DIY. "Yang jelas, saat menggelar acara-acara budaya, harus tetap menekankan nilai-nilai filosofis agar acara tersebut tidak hanya berwujud acara budaya tetapi juga sebagai pendidikan karakter,” tambahnya.

Di sisi lain, berkaitan dengan hal tersebut, Sultan menuturkan bahwa hal tersebut menyangkut sejarah panjang antara Jogja dengan Jawa Timur wilayah Selatan. "Saya kira pertemuan ini akan ada tindak lanjutnya. Jogja dan Jawa Timur bagian selatan itu kan mataraman semua. Jadi jika mau, ya tinggal mengembangkan potensi budaya oleh masyarakatnya saja, karena karakternya sudah ada," tandas Sultan. (Aiy/krn)

 

Humas

 

Pejabat

Pejabat Biro Umum dan Protokol Setda DIY

Dokumentasi

Online User

Design templateOnline User