BIRO UMUM HUMAS & PROTOKOL

SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Total kunjungan: 234

WEBINAR SERIES KSATRIAVINAYA DI BUBAT

Gubernur

Daerah Istimewa Yogyakarta

SAMBUTAN


WEBINAR SERIES

KSATRIAVINAYA DI BUBAT

Yogyakarta, 26 Agustus 2021

 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Damai Sejahtera Bagi Kita Semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan


Yang saya hormati:

  • Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A
  • Segenap narasumber dan peserta acara Webinar Series dimanapun berada.


Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberikan kesempatan untuk mengikuti acara Webinar Series Ksatria Vinaya Di Bubat, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.


Hadirin dan Saudara-saudara sekalian,


Sabbe saṅkhārā aniccā, segala sesuatu yang terbentuk dari berbagai unsur adalah tidak kekal. Demikian pula yang terjadi dengan hubungan antar etnis di negeri ini, mengalami pasang surut yang sebenarnya wajar saja terjadi. Hubungan antara masyarakat Jawa dan Sunda misalnya. Saudara  satu nusa ini kerap mengalami dinamika sejak masa lampau sampai dengan saat ini. Peristiwa Perang Bubat misalnya. Betapa sejarah yang terpatri seakan menganggap  perisitiwa ini sebagai sebuah konflik, sehingga berdampak pada pola hubungan antara Suku Jawa dan Suku Sunda hingga saat ini. Memang, para ahli terdahulu menganggap peristiwa ini sebagai perang, sehingga Bubat selalu dianggap sebagai proses konflik dan kekerasan antara orang Jawa dan Sunda.


Beberapa upaya rekonsiliasi sebenarnya telah dilakukan, tentu untuk menurunkan tensi antar etnik yang terlibat dalam peristiwa Bubat. Pemerintah Daerah DIY telah memulai upaya rekonsiliasi budaya bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. Salah satu aktualisasinya adalah peresmian nama jalan di DIY dengan nama kerajaan dan nama pahlawan yang berasal dari ketiga daerah ini. Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 166/KEP/2017 tentang penamaan Jalan Arteri (Ring Road) Yogyakarta, ada beberapa nama jalan yang terkait dengan perjalanan histori dan budaya bangsa ini, yaitu Jalan Siliwangi, Jalan Padjajaran, Jalan Majapahit, Jalan Brawijaya, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Prof. Wirjono Projodikoro.


Hadirin sekalian yang kami hormati,


Pemerintah Daerah DIY senantiasa mendukung eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai realitas final, melalui peran aktif  dalam setiap upaya harmonisasi bangsa. Saya menyambut baik pelaksanaan WEBINAR SERIES: KSATRIAVINAYA DI BUBAT, KEWAJIBAN KSATRIA DI BUBAT, yang terselenggara atas kerjasama Kundha Kabudayan DIY dengan Rumah Studi Jawa Makaradhvajasura. Sudah saatnya kita membaca ulang, dan menelusuri kembali teks Kidung Sunda dalam bahasa Brahmana melalui kacamata filolog, agar teks ini dapat menjadi penguat diplomasi kultural sekaligus sebagai upaya meretas kebencian antar-anak Nusantara.


Demikian yang dapat saya sampaikan di kesempatan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan rahmat-Nya kepada kita semua, dalam upaya merajut kembali ke-bhineka-an menuju Indonesia yang manunggal, sejahtera, dan berbudaya.


Terima kasih.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Om Shanti Shanti Shanti Om,

Namo Buddhaya.

Yogyakarta, 26 Agustus 2021

GUBERNUR

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

 

HAMENGKU BUWONO X

Dokumentasi

Online User

Design templateOnline User