BIRO UMUM HUMAS & PROTOKOL

SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Total kunjungan: 18

KUNJUNGAN KERJA KOMISI C DPRD PROVINSI SUMATERA DAN BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA UTARA

Assalamualaikum Wr., Wb.,

Salam Damai Sejahtera bagi Kita Semua.

 

Yang saya hormati, Ketua beserta rombongan dari Komisi C DPRD Provinsi Sumatera Utara,  Biro Umum Setda Provinsi Sumatera Utara, serta rekan-rekan dari Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY.

 

Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas anugerah yang dilimpahkanNya, sehingga kita semua masih diperkenankan untuk mengikuti agenda hari ini dalam keadaan sehat wal’afiat, tanpa kekurangan suatu apapun.

 

Hadirin sekalian,

Yogyakarta adalah Daerah Istimewa, sebagaimana ditegaskan dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Spirit utama Keistimewaan adalah “Dari Jogja untuk Indonesia”, yaitu bagaimana agar kearifan lokal dan karakter ke-Jogja-an dapat senantiasa menguatkan Indonesia. Sedangkan Filosofi utama Jogja yang Istimewa adalah Hamemayu Hayuning Bawana, yang dapat dipahami sebagai memperindah keindahan dunia.

Nilai budaya inilah yang menjiwai dan menjadi landasan berbagai program Biro Umum Humas dan Protokol, dimana diskusi pada hari ini akan difokuskan pagi tata kelola Rumah Tangga dan Administrasi.

Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, dapat dimanifestasikan sebagai wajah depan Pemda DIY. Terkait tafsiran tersebut, dalam terminologi Jawa, terwakili oleh pepatah: “Ajining Raga Saka Busana”. Raga secara harfiah dapat dimaknai sebagai badan, dan busana dapat dimaknai pakaian, sehingga pepatah ini dapat dipahami: Bahwa kepantasan berpakaian menunjukkan kapasitas seseorang.

Perumpamaan ini, apabila dikaitkan dengan Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, dapat diartikan: “Bahwa aspek hospitality dan performansi fisik, dalam pelayanan pimpinan dan tamu pemerintah daerah, menjadi indikator utama kualitas kinerja”.

Tentu kita memahami, bahwasanya layanan pimpinan dan tamu di lingkungan pemerintah daerah memiliki dinamika-nya sendiri, dan terkadang unpredictable. Disinilah kualitas kinerja diuji, sehingga prinsip yang senantiasa dipegang teguh adalah: to serve what they need, bukan sekedar to serve what we have. Artinya, pelayanan terbaik harus senantiasa diberikan, menyesuaikan kepada user needs.

Di sisi lain, aspek perencanaan dan pelaksanaan program tak lepas dari peran Bagian Administrasi. Dalam hal ini, prinsip yang digunakan adalah “Tatas, Tutus, Titis, Titi lan Wibowo”. Tatas: dapat dimaknai sebagai: Berorientasi pada kebutuhan riil pimpinan dan tamu; Tutus: totalitas-tuntas-dalam pelayanan; Titis: inovatif-kolaboratif-presisi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan; dan Titi: teliti-ketelitian dalam bingkai good governance, hingga akhirnya turut membentuk kewibawaan pemerintahan.

 

Dengan pemaknaan seperti itulah, saya mengucapkan “Selamat Datang” kepada rombongan  Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Provinsi Sumatera Utara.  Untuk diskusi lebih mendalam, telah hadir bersama kita, rekan-rekan dari Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY.

Akhir kata, demikian pengantar yang dapat saya sampaikan untuk menyertai acara ini. Saya ucapkan selamat berdiskusi, dan semoga rombongan masih berkesempatan menghirup suasana Yogyakarta dengan serba sahaja-nya, di tengah-tengah pesona alam, kekayaan khasanah wisata, dan budaya yang dimilikinya.

 

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Yogyakarta, 19 Januari 2023

 

Dokumentasi

Online User

Design templateOnline User