BIRO UHP ADAPTASI TATANAN NORMAL BARU

Hampir empat bulan sudah hal ini kita lakukan, pakai masker, Cuci tangan pakai sabun serta jaga jarak yang harus dilakukan berulang ulang. Kebiasaan yang semula hanya sesekali kita melakukannya bahkan hampir tidak pernah, seperti jaga jarak, selama ini tidak pernah kita lakukan bahkan Cipika–Cipiki sudah menjadi kebiasaan yang selalu kita lakukan apabila bertemu dengan orang yang sudah dekat dengan kita. Di awal bulan Maret Covid-19 atau Corona Virus Desease-2019 telah sampai di Indonesia dan di pertengahan bulan Maret kita mulai diharuskan untuk melakukan hal tersebut diatas agar tali rantai penularan dapat dicegah.

Penyakit Covid-19 seperti yang disampaikan oleh para ahli adalah penyakit radang/infeksi paru yang disebabkan oleh virus corona. Drop;et yang selama ini hampir tidak pernah kita sebut adalah merupakan partikel kecil yang berasal dari saluran napas yang apabila mengandung kuman tersebut dan keluar pada waktu bersin, batuk atau berbicara dapat cepat sekali menularkan kepada orang-orang yang berada disekitarnya, sehingga pemakaian masker dan jaga jarak serta sering cuci tangan pakai sabun sangat -sangat dianjurkan. Korban akibat penyakit covid dari hari ke hari selalu bertambah yang akhirnya tetap tinggal dirumah adalah cara yang paling tepat untuk mencegah penularan. Pasar menjadi sepi, Toko-toko banyak yang tutup, Perkantoran diatur dengan menghadirkan tidak boleh lebih dari 50 % di dalam ruangan, sehingga muncul WFH (Work From Home) atau KSO (Kerja Saka Omah). Masyarakat mula merasakan dampaknya dari adanya wabah penyakit yang sudah diumumkan sebagai PANDEMI tersebut. Hal ini berdampak pula pada roda ekonomi secara signifikan, sehingga banyak orang yang memerlukan uluran tangan.

Biro Umum, Humas dan Protokol Setda DIY, sebagai salah satu Instansi yang berada di Komplek Kepatihan, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong telah mengadakan Bakti Sosial untuk warga sekitar yang terkena dampak mewabahnya penyakit tersebut. Seluruh Pegawai berpatisipasi dengan menyumbangkan sebagian rejekinya yang kemudian dikumpulkan dan dibelikan Paket sembako yang berupa Beras, Minyak, Gula, Mie instam dan lain-lain. Sebanyak 168 paket sembako telah didistribusikan untuk mereka yang berhak menerimanya.

Tatanan Normal Baru, adalah kondisi saat ini yang diberlakukan untuk masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur no.44 Tahun 2020 tanggal 29 Juni 2020 tentang Pedoman Tata Kerja ASN dilingkungan Pemda DIY. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Umum, Humas dan Protokol. Drs. Imam Pratanadi, MT pada acara pelepasan Purna Tugas ASN dilingkungan Biro Umum, Humas dan Protokol per 1 Juli 2020 , pada hari Selasa, 30 Juni 2020, bertempat di Gedhung Abimanyu Komplek Kepatihan. Dalam sambutannya Kepala Biro Umum, Humas dan Protokol, menyampaikan bahwa Purna Tugas bukan akhir dari sebuah pengabdian, tetapi bisa lebih berkarya di Masyarakat dengan waktu yang lebih longgar. Selain hal tersebut juga harus pandai berolah pikir, sehingga akan mencegah penyakit yang akan menghinggapi diri kita. Kesan dan Pesan dari Bp. Supan yang mewakili Purna Tugas, mengucapkan terimakasih dan perhonan maaf selama bertugas dan bergaul selama kurang lebih 30 Tahun di Biro Umum, Humas dan Protokol. Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dan ramah tamah. (rtn/tpa)