Upaya Humas Pemda DIY Pertahankan Kepercayaan Publik

Yogyakarta (24/09/2020) jogjaprov.go.id – Dalam menghadapi isu kehumasan pada perkembangan era digital dan Covid-19, Humas Pemda DIY mengadakan Rapat Koordinasi Forum Literasi Media Sosial bagi ASN. Agenda ini digelar di Ruang Wisanggeni Unit VIII Kompleks Kepatihan, Kamis (24/09) siang. Tujuan rapat yang dihadiri oleh para admin Humas OPD DIY tersebut digelar untuk menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat kepada Humas Pemerintah sebagai penyedia informasi yang berkaitan dengan Pemerintahan. Sebabnya, yang dikawal Pemda DIY tidak hanya Gubernur saja, melainkan juga seorang Raja di Daerah Istimewa Yogyakarta.


 

 

 

 

 

 

“Era ini menuntut kita lebih cepat, lebih akurat, lebih paham tentang konsumen yang menjadi publik bagi innformasi-informasi yang kita berikan, bagaimana caranya, siapa yang harus menyampaikannya, apa kira-kira efeknya, karena kalau sudah dilemparkan itu sulit untuk dihapus. Kalau dulu mungkin sangat gampang, sudah dilemparkan, bahkan sudah dicetak oleh media cetak, itu masih bisa ditarik. Kalau sekarang sudah tidak bisa lagi, karena begitu muncul, semua orang jadi wartawan,” ujar Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Drs. Imam Pratanadi M.T.


Hadir pula Kepala Bagian Humas Biro UHP Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji, S.H., M.Ec.Dev, yang memaparkan pentingnya menjaga citra yang baik untuk Humas. “Harapannya, dalam hal ini kita bersama-sama bisa bersinergi, memberikan penguatan publikasi pemberitaan yang baik bagi pemerintah daerah dengan tujuan akhir yaitu mendapatkan reputasi yang baik secara keseluruhan bagi Pemda DIY serta bagi pemimpin kita yaitu bapak gubernur dan bapak wakil gubernur,” jelas Ditya.


Sementara itu Founder & Director Cornellia & Co PR Consultant, Dr. Ayu Helena Cornellia, BA, MSi, menyampaikan bahwa ruang lingkup Humas Pemerintahan itu jelas adanya, terdiri dari pengawasan dan evaluasi, pelayanan dan penyebarluasan informasi, serta manajemen hubungan masyarakat.

Public relation itu menjembatani antara internal dengan eksternal, serta di dalam institusi itu juga nggak boleh gap gapan. Seorang Humas harus bisa menjadi orang yang objektif. Hubungan kerja dan koordinasi antar lembaga, mengembangkan media dan informasi, manajemen komunikasi krisis, analisa media masa, menjadi bagian dari komponen-komponen yang erat dengan kehumasan. Semakin banyak berita positif yang keluar, maka berita negatifnya akan turun. Jadi, release yang dibuat harus keluar minimal satu minggu sekali, baik itu online ataupun cetak,” ujar Ayu. (RR)