BIRO UMUM HUMAS & PROTOKOL

SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Home Berita Biro UHP Terima Kunjungan Siswa SD BIAS I
Total kunjungan: 109

Biro UHP Terima Kunjungan Siswa SD BIAS I

Yogyakarta (20/04/2022) biroumum.jogjaprov.go.id – Kepala Biro Umum, Humas dan Protokol Setda DIY Drs. Imam Pratanadi, M.T. menerima kunjungan siswa Sekolah Dasar Bina Anak Sholeh (BIAS) I Yogyakarta. Kunjungan yang diikuti oleh 58 siswa meliputi siswa kelas empat dan lima tersebut bertempat di Ruang Wisanggeni Unit VIII, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (20/04). Kegiatan kunjungan ini turut dihadiri Kepala Bagian Humas Ditya Nanaryo Aji.

Perwakilan salah satu Guru SD BIAS I Edi menyampaikan, kunjungan para siswa ini tidak hanya bertujuan untuk bersilaturahmi namun juga ingin mengenal sosok pemimpin khususnya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta belajar mengenai kepemimpinan. Hal tersebut sebagai bekal dalam mempersiapkan para siswa menjadi calon pemimpin di masa depan.

Pada kunjungan ini, setiap siswa yang hadir mengenakan sayap kupu-kupu atau kumbang buatan di punggung masing-masing baik sejak tiba, di sepanjang kegiatan kunjungan, maupun hingga kembali lagi ke sekolah mereka. Penggunaan sayap kupu-kupu atau kumbang buatan ini dimaksudkan sebagai salah satu penerapan protokol kesehatan yakni social distancing.

Melihat penggunaan sayap kupu-kupu atau kumbang buatan di punggung para siswa tersebut, Kepala Biro UHP Setda DIY Drs. Imam Pratanadi, M.T. mengibaratkan, proses pembentukan seseorang untuk menjadi pemimpin, seperti proses metamorfosis kupu-kupu atau pun kumbang. Layaknya kupu-kupu atau kumbang yang harus melalui proses metamorfosis dari ulat hingga memeroleh sayap untuk bisa terbang, dikatakan Imam bahwa seorang calon pemimpin harus belajar dengan giat dan harus melewati beragam ujian sebelum kemudian pada akhirnya bisa menjadi seorang pemimpin.

“Jadi sadarilah, bahwa untuk mendapatkan sayap seindah kupu-kupu atau kumbang ini, itu kalian harus seperti kupu-kupu seperti kepik. Artinya berusaha dengan sangat keras sehingga akhirnya nanti berhasil memiliki sayap yang kemudian siap untuk menjadi pemimpin Indonesia kelak,” jelas Imam.

Selanjutnya, Imam juga menceritakan secara singkat kisah kehidupan masa kecil Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku pemimpin atau Kepala Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta hingga  dinobatkan sebagai raja. Imam menyebutkan bahwa sewaktu kecil Sri Sultan merupakan sosok yang sama dengan para siswa karena juga bersekolah di sekolah rakyat dan bermain bersama teman-teman. Perbedaannya adalah Sri Sultan merupakan putra raja.

Imam mengatakan bahwa berdasarkan cerita pengalaman salah seorang teman kecil yang bersama-sama menempuh pendidikan di sekolah rakyat dengan Sri Sultan, dikatakan bahwa Sri Sultan adalah sosok yang penyayang kepada teman-temannya dan sudah memiliki jiwa pemimpin. Imam juga menjelaskan mengenai tugas dari Gubernur DIY saat sesi tanya jawab bersama para siswa. Selain itu, Imam turut berpesan kepada para siswa bahwa harus mempunyai cita-cita setinggi apapun.

Nizam Zulfikar dari Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kunjungan ini, membawakan materi tentang kepemimpinan yang sholeh. Nizam menceritakan mengenai silsilah keluarga dan kehidupan masa kecil dari Nabi Muhammad saw.

Menurut Nizam, penting mempelajari perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW dari masa kecil hingga menjadi seorang pemimpin. Hal tersebut dikarenakan Nabi Muhammad SAW adalah utusan bagi semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira sekaligus pula sebagai pembawa peringatan.

Disebutkan Nizam, berdagang dan menggembala kambing adalah usaha yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw sewaktu masih muda. Nizam mengatakan, dua aktivitas tersebut penuh dengan nilai kepemimpinan atau leadership.

Nizam menuturkan, dari menggembala kambing, nilai pertama yang dapat diketahui adalah path finding, yakni mencari ladang gembala yang subur agar kambing-kambing bisa makan dengan kenyang. Pelajaran kepemimpinan yang tercermin yaitu ketika menjadi seorang pemimpin harus bisa memastikan orang-orang yang dipimpinnya tidak ada yang kelaparan.

“Yang kedua nilai directing. Directing itu mengarahkan. Orang jawa bilang itu giring. Digiring ya kambingnya. Pelajarannya besok ketika menjadi seorang pemimpin harus bisa memberikan arahan yang benar. Arahan yang positif kepada masyarakat yang dipimpinnya,” ujar Nizam.

Selanjutnya adalah nilai protecting, yakni harus bisa menjaga, melindungi orang-orang yang dipimpinnya dari segala mara bahaya dan ancaman yang bisa mengancam. Nilai kepemimpinan terakhir adalah reflecting, yaitu merenungi proses penciptaan alam semesta.

Pada akhir kunjungan ini, para siswa SD BIAS I yang hadir menampilkan permainan angklung dengan membawakan lagu Suwe Ora Jamu dan Gundul-Gundul Pacul. Adapun kegiatan kunjugan diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama. (Han)

Humas Pemda DIY

Pejabat

Pejabat Biro Umum dan Protokol Setda DIY

Dokumentasi

Online User

Design templateOnline User