BIRO UMUM HUMAS & PROTOKOL

SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Total kunjungan: 35

SAMBUTAN GUBERNUR DALAM MUSRENBANG PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJMD) TAHUN 2022

Assalamu'allaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua,

  • Yth. Bapak Menteri Dalam Negeri,

  • Yth. Bapak Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS,

  • Yth. Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA., PhD, President of Asian Planning School Association,

  • Yth. Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY,

  • Yth. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta,

  • Yth. Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah,

  • Yth. Pimpinan DPRD DIY dan Ketua Komisi DPRD DIY,

  • Yth. Bupati/Walikota se DIY,

  • Yth. Ketua Parampara Praja DIY,

  • Para Tamu Undangan dan Hadirin, Peserta MUSRENBANG yang berbahagia,

 

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan guna menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  Tahun 2022-2027 dalam keadaan sehat.

Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Bapak Menteri Dalam Negeri, Bapak Menteri PPN/Kepala Bappenas, serta pejabat dari kementerian yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada acara ini.

 

Penyusunan dokumen RPJMD DIY ini terasa istimewa, karena pada tahun ini DIY menjadi satu-satunya daerah yang melakukan penyusunan dokumen RPJMD. Sesuai amanat Undang-Undang Keistimewaan DIY, pada tanggal 10 Oktober 2022 yang lalu, saya telah dilantik kembali oleh Bapak Presiden sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta masa jabatan 2022-2027. Dengan demkian, sesuai amanat peraturan perundang-undangan, kami harus menyusun dokumen RPJMD tahun 2022-2027.

 

Bapak Menteri, dan hadirin sekalian Yang Saya Hormati,

 

Mengawali sambutan ini, saya ingin menyampaikan pentingnya paradigma ketika kita berproses menyusun dokumen perencanaan. Dalam berencana, kita jangan hanya memikirkan “apa yang akan kita kerjakan”, tapi kita harus berpikir terlebih dahulu “apa yang akan kita capai”.

 

Karena itu saya berharap, agar sambutan ini setidaknya bisa menjawab sepenggal “mimpi” kita dalam kurun waktu jangka menengah untuk tahun 2022-2027, yang titik tolaknya adalah perlunya menyamakan persepsi kita terlebih dulu tentang “mimpi” bersama kita itu, yang dalam konteks ini, disebut Visi. Agar dengan demikian langkah kita selalu dijiwai dan digerakkan oleh visi yang sama.

Pada kesempatan sebelumnya, dalam Sidang Paripurna DPRD DIY tanggal 8 Agustus 2022, saya telah menyampaikan visi jangka menengah DIY, yaitu:

“Mewujudkan Pancamulia Masyarakat Jogja melalui Reformasi Kalurahan, Pemberdayaan Kawasan Selatan, serta Pengembangan Budaya Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi”

Jika kita cermati visi tersebut, ada tiga hal saling mengkait yang akan menjadi prioritas perhatian dari Visi Gubernur DIY 2022-2027. Ketiga hal tersebut adalah: (i) Reformasi Kalurahan, (ii) Kawasan Selatan, dan (iii) Teknologi Informasi yang akan menjadi penopang terwujudnya Pancamulia Masyarakat Jogja.

 

Ketiga hal tersebut dapat diungkapkan dalam proposisi: bahwa untuk mewujudkan Pancamulia Manusia Jogja, maka Kawasan Selatan akan diletakkan sebagai subyek prioritas pembangunan melalui cara pandang atau jalan Reformasi Kalurahan dengan memanfaatkan Teknologi Informasi.

 

Bapak Menteri, dan hadirin sekalian Yang Saya Hormati,

Saat ini kita sudah memasuki dinamika pembangunan yang cukup kompleks sebagai dampak globalisasi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk lebih berpacu menjadi lebih maju dalam meningkatkan kinerja pembangunannya. Tentunya menjadi catatan tersendiri bagi daerah sehingga diharapkan dapat mendongkrak pembangunan perekonomian melalui sektor-sektor unggulan secara lebih optimal.

 

Tantangan ini perlu disikapi dengan perubahan mindset para penyelenggara pemerintahan. Ketika segala sesuatu di sekitar kita mulai bergerak berubah, maka kita perlu menerapkan strategi yang selalu diperbaharui, dengan dukungan infrastruktur yang juga selalu baru. Maka, perubahan bukan lagi merupakan satu pilihan melainkan keharusan.

 

Menurut JohnKotter dan Cohen dalam bukunya “The Heart of Change“, orang terdorong untuk berubah karena ia ”melihat” urgensi untuk berubah, ”merasakan” kepentingan untuk berubah, untuk selanjutnya siap ”melakukan” perubahan. Memang kita menyadari, setiap kali manusia dipaksa untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi yang berubah, di situ selalu ada kegetiran.

Ketiga prinsip ”melihat-merasakan-melakukan” itu ternyata bukan bermuara pada pendekatan struktural, manajemen, teknis, anggaran, atau pun pendekatan ilmiah yang canggih, melainkan pada aktor yang terlibat dalam perubahan tersebut, dengan menetapkan langkah-langkah berikut.

  1. Menyatukan visi dan strategi pencapaiannya, agar seluruh stakeholders termotivasi untuk mengayuh biduk ke arah yang sama, sehingga energi terkonsolidasi dan tujuan bisa lebih cepat terealisasi.

  2. Ciptakan sense of urgency. Sebab tanpa tekanan urgensi, tidak akan ada perubahan.

  3. Membentuk tim yang tangguh untuk mengawal, memonitor dan mengevaluasi serta memberikan nilai tambah.

  4. Mengkomunikasikan Visi Perubahan dengan  menyosialisasikan ke seluruh jajaran, jenjang dan masyarakat luas.

  5. Memetakan short-term wins untuk memadamkan pesimisme dan sinisme dengan menghargai prestasi-prestasi kecil yang diraih dalam perjalanan menuju sukses, disertai reward and punishment yang adil.

 

Bapak Menteri, dan hadirin sekalian Yang Saya Hormati,

Musyawarah perencanaan pembangunan merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi, berembug dan melakukan tukar pikiran antar pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, akademisi, swasta, NGO, maupun masyarakat yang dalam pelaksanaannya sekedar mengedepankan aspek top down planning, melainkan juga bottom up planning.

 

Sebelum saya mengakhiri sambutan, perkenankan saya mengutip penyataan “Jack Canfield” seorang motivator dan penulis dari Amerika yang menyatakan bahwa “Jangan Khawatir Akan Kegagalan, cemaskanlah tentang kesempatan yang anda lewatkan ketika anda bahkan tidak sekedar mencobanya”. Melalui pesan tersebut saya hanya ingin memberikan motivasi kepada para peserta musrenbang untuk dapat aktif dalam memberikan informasi, masukan, sumbangan pemikiran yang bersifat membangun, inovatif, dan memotivasi terlaksananya pembangunan secara lebih optimal.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

 

Dokumentasi

Online User

Design templateOnline User