BIRO UMUM HUMAS & PROTOKOL

SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Home Publikasi Artikel Umum KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI IX DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI “PENGAWASAN IMPLEMENTASI PROGRAM DETE
Total kunjungan: 13

KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI IX DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI “PENGAWASAN IMPLEMENTASI PROGRAM DETE

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua.



Yang saya hormati,

  • Ketua dan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI;

  • Para Kepala OPD terkait;

  • Hadirin sekalian.

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita masih diberi kesempatan untuk bertatap muka, dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI ke Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan tema: Pengawasan Implementasi Program Deteksi Dini Faskes Tingkat Pratama.

 

Atas nama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Saya ucapkan “Selamat Datang” di Yogyakarta kepada seluruh rombongan. Semoga seluruh rangkaian agenda  dapat berjalan dengan baik dan lancar, sampai dengan paripurnanya.



Hadirin sekalian yang Saya hormati,

 

Transformasi sistem kesehatan adalah mandat dari Presiden RI, dimana ujung depan dari upaya transformatif ini adalah transformasi layanan primer, dengan salah satu pilarnya adalah peningkatan kapasitas dan kapabilitas.

 

Ditinjau dari aspek layanan kesehatan, transformasi layanan primer dapat diimplementasikan melalui perluasan deteksi dini, terutama pada peningkatan kualitas layanan screening penyakit degeneratif yang disebabkan dinamika gaya hidup dan pertambahan usia.

Penyakit degeneratif merupakan jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan hanya dapat dikelola untuk meringankan dan memperbaiki gejala. Beberapa penyakit seperti stroke, serangan jantung, hipertensi, penyakit paru obstruksi kronik, kanker paru, dan diabetes, sudah selayaknya menjadi perhatian penyelenggara dan stakeholders layanan kesehatan, dan diupayakan opsi preventif-nya.

 

Selain penyakit degeneratif, pencegahan stunting juga menjadi prioritas utama pemerintah. Dan dalam pencegahan stunting melalui 5 Gerakan Cegah Stunting, kolaborasi Puskesmas, Posyandu serta UKS menjadi sebuah urgensi dalam upaya-upaya Aksi Bergizi, Bumil Sehat, Aktifkan Posyandu, Jambore Kader, dan edukasi Cegah Stunting Itu Penting.



Hadirin sekalian,

Atas berbagai fenomena di atas, sudah saatnya akselerasi transformasi kesehatan di lingkup FKTP dilakukan. Transformasi ini setidaknya membutuhkan beberapa peningkatan kapasitas, seperti SDM, sarana-prasarana dan standar pelayanannya. Inilah yang sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama, untuk selanjutnya menemukan solusi atas berbagai tantangan yang ada.

 

Untuk itu, saya menyambut hangat dan mengapresiasi acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI ke Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai sebuah sarana diskusi dan berbagi pemahaman. Interaksi dan diskusi yang dilaksanakan, diharapkan dapat menambah wawasan, sehingga pada akhirnya seluruh pihak semakin proaktif dalam pembangunan kesehatan, baik di DIY maupun di Indonesia.

 

Demikian kiranya yang dapat saya sampaikan sebagai pengantar dalam pertemuan ini. Berkaitan dengan materi studi referensi yang lebih mendalam, telah dipersiapkan data dan penjelasan secara rinci oleh OPD terkait. Selamat berdikusi!

 

Sekian, terima kasih.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.




Yogyakarta, 19-21 Januari 2022

 

Pejabat

Pejabat Biro Umum dan Protokol Setda DIY

Dokumentasi

Online User

Design templateOnline User